Sony A6000 adalah salah satu kamera mirrorless yang bisa dibilang legend di kelasnya. Meski pertama kali dirilis beberapa tahun lalu, kamera ini tetap jadi favorit banyak fotografer, mulai dari pemula sampai semi-profesional. Alasannya simpel: hasil foto bagus, bodinya compact, dan harganya masih sangat bersaing. Di artikel ini, aku bakal bahas pengalaman memakai Sony A6000, apa kelebihannya, apa kekurangannya, dan apakah kamera ini masih worth it di 2025.
Desain & Build Quality Sony A6000
Bodi Ringan dan Nyaman Dibawa Traveling
Salah satu hal yang langsung kerasa ketika pegang Sony A6000 adalah bobotnya yang ringan. Kamera ini cuma sekitar 344 gram (body only), sehingga gampang banget dimasukin tas tanpa bikin pundak pegal. Buat kamu yang suka traveling atau street photography, ini jelas nilai plus besar.
Grip-nya juga cukup nyaman di tangan, meski bagi sebagian orang terasa agak kecil. Tapi setelah beberapa kali pemakaian, grip ini justru bikin kamu bisa memegang kamera dengan satu tangan tanpa merasa kaku.
Tampilan Minimalis tapi Tetap Elegan
Desainnya khas kamera mirrorless Sony: simpel, minimalis, dan cukup “clean”. Walaupun bukan model terbaru, A6000 masih tampil modern. Layout tombolnya juga nggak ribet, cocok buat pemula yang masih belajar mengoperasikan kamera manual.
Kualitas Foto Sony A6000
Sensor 24MP yang Masih Tajam dan Detail
Walaupun kameranya bukan keluaran baru, kualitas gambar Sony A6000 masih bisa bersaing dengan kamera mirrorless modern. Sensor APS-C 24.3MP yang dipakai mampu menghasilkan foto dengan detail bagus, warna natural, dan dynamic range yang cukup luas.
Dipakai di kondisi cahaya yang bagus, hasil fotonya bisa dibilang crisp dan tajam banget. Bahkan untuk kebutuhan profesional ringan, seperti foto produk atau konten media sosial, kamera ini masih lebih dari cukup.
Performa di Kondisi Low Light
Untuk kondisi cahaya minim, A6000 sebenarnya bisa diandalkan. Rentang ISO-nya 100–25600. Di ISO 3200–6400 noise mulai terlihat, tapi masih bisa ditangani dengan editing ringan. Tapi kalau kamu sering motret malam tanpa tambahan lighting, mungkin bakal mulai merasa batasannya.
Baca Juga:
6 Alasan Mengapa Kamera Nikon Z8 Sangat Populer di Kalangan Fotografer!
Autofocus Sony A6000
Salah Satu AF Terbaik di Kelasnya
Sony A6000 dikenal dengan autofocus-nya yang cepat, dan memang itu terbukti. Dengan 179 titik fase, kamera ini punya tracking AF yang agresif dan responsif. Dipakai buat motret objek yang bergerak, anak kecil, hewan, atau olahraga ringan, kamera ini masih oke banget.
Eye AF yang Lumayan Akurat
Fitur Eye AF memang bukan versi paling canggih seperti kamera Sony terbaru, tapi sudah cukup membantu buat portrait. Terkadang suka miss kalau kondisi cahaya kurang, tapi untuk harga dan usia kamera, performanya tetap patut diacungi jempol.
Kualitas Video Sony A6000
Masih Bisa Buat Konten, Tapi Bukan yang Terbaik
Kamera ini bisa merekam video Full HD 1080p di 60fps. Kualitas videonya lumayan tajam, warnanya enak di lihat, dan AF-nya cukup stabil. Tapi, kalau kamu cari kamera khusus untuk video atau kebutuhan konten profesional, mungkin akan merasa terbatas.
Tidak adanya perekaman 4K menjadi salah satu poin minus terbesar, mengingat sekarang 4K sudah jadi standar baru untuk videografi.
Tidak Ada Mic Input Eksternal
Ini yang sering bikin orang berpikir dua kali: Sony A6000 nggak punya port untuk mic eksternal. Jadi kamu harus mengandalkan mic internal atau rekam audio terpisah. Buat vlogger kasual sih masih oke, tapi bagi yang mengejar kualitas audio bagus, ini bisa jadi kekurangan signifikan.
Fitur Tambahan Sony A6000
Viewfinder Elektronik yang Cukup Bagus
EVF-nya punya 1.44 juta titik. Memang bukan yang paling tajam, tapi masih nyaman di pakai untuk komposisi dan mengecek exposure. Refresh rate-nya juga cukup stabil.
Built-in Wi-Fi & NFC
Kamu bisa transfer foto langsung ke HP tanpa ribet pakai kabel. Meski aplikasinya kadang terasa lambat, fitur ini tetap sangat membantu buat upload foto cepat ke sosial media.
Baterai yang Tidak Terlalu Tahan Lama
Baterainya cuma bertahan sekitar 300–350 jepretan. Buat penggunaan sehari penuh, kamu wajib punya 1–2 baterai cadangan. Tapi untungnya baterai charger-nya murah dan mudah di temukan.
Kelebihan Sony A6000
-
Kualitas foto masih sangat baik di kelasnya
-
Autofocus cepat dan responsif
-
Ringan dan cocok di bawa traveling
-
Harga sangat ramah di kantong
-
Punya banyak pilihan lensa E-mount
-
Performa burst shooting 11 fps yang kencang
-
Transfer foto mudah dengan Wi-Fi
Kekurangan Sony A6000
-
Tidak mendukung perekaman 4K
-
Tidak ada port mic eksternal
-
Baterai boros
-
Layar belakang belum touchscreen
-
Kualitas video tidak sebaik model Sony yang lebih baru
Apakah Sony A6000 Masih Worth It di 2025?
Menurutku, iya, masih sangat worth it, tapi tergantung kebutuhanmu. Kalau tujuanmu adalah fotografi, baik untuk hobi, belajar, traveling, atau bahkan keperluan kerja ringan, A6000 masih jadi salah satu pilihan terbaik di harga 6–8 jutaan. Performanya stabil, kualitas foto bagus, dan lensanya banyak.
Tapi kalau fokus kamu adalah videografi, terutama 4K, audio bagus, dan kebutuhan profesional, kamu mungkin butuh kamera yang lebih modern seperti seri Sony A6400 atau A6600.