Industri kamera digital global terus bergerak dinamis menjelang tahun 2026. Meski sempat merosot tajam selama dekade smartphone, pasar kamera digital justru kembali mencatat kenaikan — namun bukan di semua kategori yang kamu kira. Data industri menunjukkan bahwa kamera mirrorless kini menjadi primadona, sementara kamera DSLR tradisional makin terpinggirkan. Tren ini tidak hanya terjadi satu dua tahun terakhir, tapi makin memperkuat arah evolusi teknologi pada era fotografi modern.
Pertumbuhan Pasar Digital Secara Keseluruhan
Menurut laporan industri terbaru, total pengiriman kamera digital secara global meningkat cukup signifikan. Misalnya di 2024, pengiriman kamera mencapai lebih dari 8,4 juta unit, terus naik dari tahun sebelumnya. Dominasi pasar kini dipimpin oleh kamera mirrorless yang tumbuh cepat dan memegang porsi besar dari total kamera dengan lensa bisa diganti (interchangeable lens). Sebagai gambaran, pada 2024 kamera mirrorless menyumbang sekitar 85 % dari semua kamera interchangeable lens yang dikirim secara global.
Pertumbuhan ini didorong oleh berbagai faktor: selain peningkatan kualitas foto dan video, kamera mirrorless kini punya fitur canggih seperti autofocus berbasis AI, stabilisasi gambar, dan kemampuan video resolusi tinggi — cocok untuk content creator masa kini.
Mengapa Kamera Mirrorless Makin Diburu?
1. Ringan, Canggih, dan Fleksibel
Salah satu alasan utama kamera digital 2026 mirrorless makin digemari adalah bentuknya yang lebih compact tanpa mengorbankan kualitas. Tanpa cermin mekanis, kamera mirrorless lebih ringan dan lebih cepat responnya, terutama soal autofocus dan kecepatan burst shooting — fitur penting bagi fotografer modern serta pembuat konten video.
2. Fokus pada Video dan Konten Sosial Media
Kebutuhan akan video berkualitas tinggi yang terus meningkat — baik untuk YouTube, TikTok, atau Instagram — membuat mirrorless terasa lebih relevan. Banyak model mirrorless kini menawarkan kemampuan 8K, stabilisasi ganda, dan fitur live streaming langsung dari kamera.
3. Diminati Kalangan Pemula Hingga Profesional
Pasar mirrorless tidak hanya memikat para profesional, tetapi juga amatir dan pengguna generasi muda. Sejumlah kamera mirrorless entry-level responsif dan relatif ramah di kantong membuat banyak fotografer baru memilihnya ketimbang DSLR. Data penjualan kamera mirrorless juga menunjukkan peningkatan tahunan yang stabil, di mana beberapa brand besar seperti Canon, Sony, dan Nikon mencatat pertumbuhan signifikan dalam unit yang terjual.
DSLR: Teknologi Lawas yang Kian Berkurang Daya Tariknya
1. Penurunan Penjualan DSLR yang Signifikan
Sementara kamera mirrorless mengalami kenaikan, kamera DSLR justru terus menunjukkan tren penurunan penjualan. Dalam beberapa laporan pasar, penjualan DSLR turun hingga lebih dari 50 % dibanding tahun sebelumnya, sementara mirrorless naik dua digit dalam pertumbuhan unit yang dikirim.
Kondisi ini menandakan perubahan preferensi pengguna secara drastis. DSLR dulunya menjadi pilihan utama bagi fotografer profesional dan hobi, namun kini banyak dari mereka berpindah ke mirrorless karena alasan ukuran, fitur, dan peningkatan performa.
2. Produsen Mulai Mengurangi Fokus pada DSLR
Beberapa produsen besar sudah jelas menurunkan fokus mereka pada lini DSLR. Beberapa pabrikan bahkan menghentikan pengembangan DSLR baru, sementara investasi lebih besar diarahkan pada sistem mirrorless. Ini sekaligus menjadi sinyal jelas bahwa DSLR semakin kehilangan pamor di mata pembeli.
Baca Juga:
Action Camera Terbaru 2026 Hadir dengan Stabilisasi Lebih Canggih & Daya Tahan Ekstrem
Apa Kata Data Tentang Dominasi Mirrorless vs DSLR?
Pertumbuhan Mirrorless Terus Melaju
-
Kamera mirrorless kini bahkan memegang lebih dari separuh pasar kamera dengan lensa bisa diganti, dan pertumbuhannya semakin konsisten setiap tahun.
-
Banyak model populer, seperti Canon EOS R series atau Sony Alpha series, terus menjadi bestseller meski sudah beredar beberapa generasi.
DSLR Kini Semakin Sempit Pasarnya
-
DSLR kini hanya tersisa di segmen tertentu, misalnya profesional yang masih menggemari viewfinder optik atau unit-unit bekas yang dijual kembali.
-
Namun secara global, DSLR terus kehilangan pangsa pasar karena sebagian besar pembeli baru lebih memilih teknologi mirrorless.
Dampak Tren Ini ke Pengguna dan Industri
1. Pilihan Lebih Banyak untuk Konsumen
Dengan dominasi mirrorless, kini pembeli punya banyak pilihan yang lebih modern dan futuristik. Baik itu kamera kompak dengan kualitas profesional maupun sistem mirrorless full-frame yang powerful, semua tersedia sesuai kebutuhan.
2. DSLR Masih Bertahan di Ceruk Tertentu
Walau meningkatnya tren mirrorless, beberapa fotografer masih setia menggunakan DSLR, terutama yang menghargai viewfinder optik dan baterai tahan lama. Bahkan beberapa model DSLR klasik memiliki nilai jual tinggi di pasar barang bekas.
3. Industri Lebih Fokus pada Inovasi
Merek kamera kini berinvestasi besar pada teknologi terbaru seperti AI peningkatan fokus, kemampuan video lebih baik, dan konektivitas langsung ke platform sosial media. Hal ini memperkuat posisi kamera mirrorless sebagai pilihan masa depan.
Apa Artinya Semua Ini untuk Kamu?
Kalau kamu sedang mempertimbangkan pembelian kamera di 2026, ada beberapa hal yang perlu di pikirkan:
-
Kalau kamu fokus pada video dan konten media sosial, kamera mirrorless jelas menawarkan fitur yang jauh lebih sesuai tren saat ini.
-
Kalau kamu menyukai fotografi klasik atau optical viewfinder, DSLR mungkin masih memberikan rasa nostalgia dan kenyamanan tersendiri. Namun pasarnya makin kecil.
-
Nilai jual kembali DSLR cenderung naik, karena pasokan baru makin sedikit dan banyak pengguna ingin punya unit legendaris.
Jadi di pasar kamera digital 2026, jenis ini jelas punya wajah yang baru. Kamera mirrorless yang makin canggih dan serba bisa kini jadi bintang utama, sedangkan DSLR yang dulunya begitu berjaya kini makin tergerus tren dan teknologi. Tren ini bukan sekadar isu sesaat — melainkan revolusi dalam cara kita melihat, merekam, dan membagikan dunia lewat lensa.